Berdasarkan Gambar 14.4 Tekanan Kesetimbangan CO2 Sama Pada Temperatur Yang Sama
suhu
- Mampu mengenali berbagai komponen yang ada pada pendeteksi suhu
yang disimulasikan di proteus
- Mampu menggunakan proteus dan pengaplikasiannya untuk mendeteksi
suhu
- Mampu merancang rangkaian simulasi pendeteksi suhu tersebut dan
mensimulasikannya pada proteus
2. Alat dan Bahan[kembali]
- Battery
Fungsi : Sebagai sumber arus
listrik dengan menyimpan energi potensial listrik
- LED-BLUE dan LED-RED
Fungsi : Untuk melihat adanya arus listrik yang mengalir
- Relay
- Resistor
Fungsi : Penghambat arus listrik
3. Dasar Teori[kembali]
Sensor Suhu
Pengertian Sensor Suhu dan Jenis-jenisnya – Sensor Suhu atau Temperature Sensors adalah suatu komponen yang dapat mengubah besaran panas menjadi besaran listrik sehingga dapat mendeteksi gejala perubahan suhu pada obyek tertentu. Sensor suhu melakukan pengukuran terhadap jumlah energi panas/dingin yang dihasilkan oleh suatu obyek sehingga memungkinkan kita untuk mengetahui atau mendeteksi gejala perubahan-perubahan suhu tersebut dalam bentuk output Analog maupun Digital. Sensor Suhu juga merupakan dari keluarga Transduser.
Jenis-jenis Sensor Suhu
(Temperature Sensors)
1. Termostat (Thermostat)
Thermostat sering digunakan pada
peralatan listrik seperti Oven, Seterika dan Water Heater.
2. Thermistor
Thermistor adalah komponen elektronika yang nilai resistansinya dipengaruhi oleh Suhu. Thermistor yang merupakan singkatan dari Thermal Resistor ini pada dasarnya terdiri dari 2 jenis yaitu PTC (Positive Temperature Coefficient) yang nilai resistansinya akan meningkat tinggi ketika suhunya tinggi dan NTC (Negative Temperature Coefficient) yang nilai resistansinya menurun ketika suhunya meningkat tinggi.
Thermistor yang dapat mengubah energi listrik menjadi hambatan ini terbuat dari bahan keramik semikonduktor seperti Kobalt, Mangan atau Nikel Oksida yang dilapisi dengan kaca.
- Memiliki Respon yang cepat atas perubahan suhu.
- Lebih murah dibanding dengan Sensor Suhu jenis RTD (Resistive Temperature Detector).
- Rentang atau Range nilai resistansi yang luas berkisar dari 2.000 Ohm hingga 10.000 Ohm.
- Memiliki sensitivitas suhu yang tinggi.
Thermistor (PTC/NTC) banyak
diaplikasikan kedalam peralatan Elektronika seperti Voltage Regulator, sensor
suhu kulkas, pendeteksi kebakaran, Sensor suhu pada Otomotif, Sensor suhu pada
Komputer, sensor untuk memantau pengisian ulang Baterai pada ponsel, kamera dan
Laptop.
3. Resistive Temperature Detector
(RTD)
Resistive Temperature Detector atau disingkat dengan RTD memiliki fungsi yang sama dengan Thermistor jenis PTC yaitu dapat mengubah energi listrik menjadi hambatan listrik yang sebanding dengan perubahan suhu. Namun Resistive Temperature Detector (RTD) lebih presisi dan memiliki keakurasian yang lebih tinggi jika dibanding dengan Thermistor PTC. Resistive Temperature Detector pada umumnya terbuat dari bahan Platinum sehingga disebut juga dengan Platinum Resistance Thermometer (PRT).
Keuntungan dari Resistive Temperature Detector (RTD)
- Rentang suhu yang luas yaitu dapat beroperasi di suhu -200⁰C hingga +650⁰C.
- Lebih linier jika dibanding dengan Thermistor dan Thermocouple
- Lebih presisi, akurasi dan stabil.
4. Thermocouple (Termokopel)
Thermocouple adalah salah satu jenis sensor suhu yang paling sering digunakan, hal ini dikarenakan rentang suhu operasional Thermocouple yang luas yaitu berkisar -200°C hingga lebih dari 2000°C dengan harga yang relatif rendah. Thermocouple pada dasarnya adalah sensor suhu Thermo-Electric yang terdiri dari dua persimpangan (junction) logam yang berbeda. Salah satu Logam di Thermocouple dijaga di suhu yang tetap (konstan) yang berfungsi sebagai junction referensi sedangkan satunya lagi dikenakan suhu panas yang akan dideteksi. Dengan adanya perbedaan suhu di dua persimpangan tersebut, rangkaian akan menghasilkan tegangan listrik tertentu yang nilainya sebanding dengan suhu sumber panas.
Keuntungan Thermocouple adalah sebagai berikut :
- Memiliki rentang suhu yang luas
- Tahan terhadap goncangan dan getaran
- Memberikan respon langsung terhadap perubahan suhu.
Selain jenis-jenis Sensor suhu diatas, Sensor Suhu atau
Temperature Sensor juga dapat dibedakan menjadi dua jenis utama berdasarkan
Hubungan fisik Sensor suhu dengan Obyek yang akan dirasakan suhunya. Berikut
ini adalah 2 jenis utama tersebut.
4. Prinsip Kerja[kembali]
Cara kerja rangkaian simulasi pendeteksi suhu. Pertama, arus akan mengalir dari Battery
ke Resistor yang mana terjadi penurunan arus listrik karena adanya hambatan. Setelah itu,
arus mengalir menuju NTSD0XR502 yang mana akan mendeteksi suhu yang ada di sekitar
dan terjadi penurunan arus. Kemudian, arus mengalir melewati 2N2222 yang akan membuat
sinyal arus listrik tersebut menguat. Selanjutnya, arus tersebut menuju Relay yang akan
menurunkan tegangan yang tinggi untuk melindungi komponen lainnya. Terakhir, arus
tersebut akan melewati LED sebagai penanda arus yang mengalir yang dimana, apabila
LED-BLUE yang hidup berarti menunjukkan suhu tersebut rendah, sedangkan apabila
LED-RED yang hidup berarti
menunjukkan suhu tersebut tinggi.
5. Gambar Rangkaian[kembali]












Tidak ada komentar:
Posting Komentar